PANTUN
Jangan suka merokok
Merokok itu tak ada gunanya
Jangan suk merampok
Merampok itu banyak dosanya
Pergi ke pasar
Membeli buah manggis
Kalau kita sudah besar
Janganlah menangis
Buat apa beli jambu
Kalau tidak di makan
Buat apa punya ilmu
Kalau tidak di amalkan
Buat apa puasa
Kalau tidak sepenuh hati
Buat apa punya orang tua
Kalau tidak dihormati
ADA IKAN NAMANYA TENGGIRI
IKAN DI BAWA KE MUARA KAMAN
MELESTARIKAN BUDAYA NEGERI
BUKANLAH HANYA TUGAS SENIMAN
DAHULU PARANG
SEKARANG BESI
DAHULU SAYANG
SEKARANG BENCI
BUAH BELIMBING
BUAH SEMANGKA
SEKARANG SENANG
INGATLAH WAKTU KAU SENGSARA
DI TENGAH HARI HUJAN LEBAT
LEBAT SEKALI TAK BERHENTI
KALAU KAMU RAJIN SHOLAT
DI AKHIRAT SURGA MENANTI
KAYU JATI DARI SUMATRA
KAIN KATUN BAHAN CELANA
RAJIN-RAJINLAH KAMU MEMBACA
SUPAYA JADI ANAK BERGUNA
KE JAKARTA NAIK BIS
KE BENGKULU BAWA RAMBUTAN
PERGI SEKOLAH JANGAN MENANGIS
NANTI MALU DILIHAT TEMAN-TEMAN
Berkelap-kelip pelita menara
Jauh di tengah segara bisu,
Di pulau batu tempatberdirinya,
Pemberi isyarat kapal lalu.
Alangkah besarnya sura menara,
Selamat kapal lalu lintas,
Sejahtera biduk, sentosa bahtra,
Dalam melayari lautan lepas.
Kokoh nian seperti kakinya,
Sanggup menahan pukulan zaman,
Sudah berlalu waktu dan masa,
Tidak berkesan panas dan hujan.
Bukan menara sembarang menara,
Menara ini menara sakti,
Menuntun jalan melayani jaka,
Ke arah pantai ranah di cari.
Induk ayam mencari makan
Mengais tanah disekitarnya
Dengarkan kawan coba dengarkan,
Panorama indah dimana-mana.
Anak ayam turun sepuluh,
Mati satu tinggal sembilan
Tuntut ilmu bersungguh
Janganlah sampai ketinggalan.
Kamis, 04 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar